Pelatihan UPL Sebagai Upaya Penyadaran Untuk Keberlanjutan Program PNPM MP
Saya setuju apabila ada yang
bilang “di per-kotaan SDM nya bisa diandalkan” bukan sebaliknya. Tetapi yang
menjadi masalah adalah bagaimana untuk menemukan orang yang benar-benar mau
mengorbankan waktu dan fikiran mereka untuk kepentingan masyarakat miskin.
Terlalu berlebihan memang kalau
mengharapkan orang bekerja tanpa ada pamrih. Apa lagi dijaman sekarang yang
serba “uang” untuk menemukan orang-orang yang berjiwa relawan itu merupakan
satu tantangan yang penuh hambatan untuk mencari satu orang diantara berjuta
kepala yang berbeda-beda watak dan isinya.
Terlepas dari semua permasalahan
dan ketidakmungkinan itu kami sebagai fasilitator tetap optimis untuk percaya
kalau ada orang yang baik seperti itu. Tetap berjalan selangkah demi selangkah
mencari disudut-sudut kota “orang yang baik dan peduli” yang akan meneruskan
perjuangan terhadap orang-orang miskin apabila program PNPM MP ini sudah
berakhir.
Sebagai bentuk upaya pencarian “bakat”
di masyarakat terutama menyangkut masalah infrastruktur. Kami mengumpulkan UPL-UPL
se-Kecamatan sungai serut di gedung
pertemuan PNPM MPd di Kelurahan Kampung Kelawi dari hari sabtu (11/08/12)
sampai hari minggu (12/08/12) ini pun sebagai bentuk upaya untuk mempersiapkan
para UPL untuk menghadapi channeling
dari Mentri Perumahan Rakyat melalui Pemda
Kota dalam menghadapi program rehab rumah tidak layak huni untuk Masyarakat
Berpenghasilan Rendah.
Memang tak ada snack ataupun uang pelatihan untuk semua
itu. Yang kami harapkan adalah masyarakat siap dan bisa menjalankan
program-program apa saja yang akan masuk ke Kelurahan mereka tanpa terlalu
tergantung dengan yang namanya fasilitator.
Dari empat belas orang yang kami
undang yang datang delapan orang (Kel. Pasar Bengkulu dua orang, Kel. Sukamerindu
dua orang, Kel. Tanjung Jaya satu orang,dan Kel. Kampung Kelawi tiga orang), Kelurahan
Tanjung Agung, Kelurahan Semarang dan Surabaya yang berhalangan hadir. Untuk
Kelurahan Semarang dan Keurahan Surabaya, Itupun secara menghitung volume dan
membuat gambar rencna mereka sudah bisa tinggal sedikit masalah terhadap
administrasi terutama Kelurahan Surabaya. Untuk kelurahan Tanjung Agung memang
dari segi SDM belum kami temukan orang-orang yang tepat untuk mengelola
kegiatan infrastruktur.
Selama dua hari itu kami
bersama-sama belajar untuk menghitung, menggambar, dan bagaimana melaksanakan
pekerjaan infrastruktur. Banyak masukan dan pelajaran yang diambil dari dua
hari itu. Semoga kedepan apa yang telah dipelajari secara bersama-sama bisa
dimanfaatkan untuk kepentingan bersama pula.** Jun Mahdi, ST fasilitor teknik Sungai Serut
Komentar
Posting Komentar